Rabu, 28 Maret 2012

Seputar PHP (Personal Home Page)

PHP atau Personal Home Page adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain.

Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain

  • Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
  • Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana – mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, nginx, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
  • Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis – milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.

  • Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
  • PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

Tipe Data

  1. Integer
  2. Double
  3. Bolean
  4. String
  5. object
  6. Array
  7. Null dan Nill
  8. Resource
BERIKUT INI CONTOH-CONTOH DALAM PROGRAM PHP
 
PHP VARIABEL
Misalkan dalam PHP kita akan menyimpan suatu nilai berupa angka atau string dalam suatu variabel, caranya adalah membuat nama variabel terlebih dahulu kemudian diberikan suatu assignment pada nilai yang diinginkan. Perhatikan sintaks berikut ini :
$nama_variabel = nilai; Note: jangan lupa tanda dollar ($)
Contoh:
<?php
$hello = “Hello World!”;
$sebuah_bilangan = 4;
$bilanganYangLain = 8;
?>
Dari contoh di atas tampak bahwa dalam PHP, nama variabel tidak perlu
dideklarasikan terlebih dahulu seperti halnya bahasa Pascal atau C/C++.
Aturan Penamaan Variabel
Berikut ini adalah beberapa aturan penulisan nama variabel:
•Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore (_)
•Nama variabel hanya boleh dituliskan dengan alpha numeric a-z, A-Z,
0-9 dan underscore
•Nama variabel yang terdiri lebih dari satu kata, dapat dipisahkan dengan
underscore
Echo
Seperti yang Anda lihat pada contoh-contoh kode PHP sebelumnya, bahwa perintah echo digunakan untuk menampilkan teks ke dalam browser. Suatu teks atau string dapat dituliskan di browser dengan langsung dituliskan dalam echo yang diapit oleh dua tanda petik ganda (quotes)
atau menyimpan string atau teks terlebih dahulu dalam suatu variabel
kemudian dituliskan dalam echo.
Berikut ini adalah contohnya:
Contoh:
<?php
$StringKu = “Hello!”;
echo $StringKu;
echo “<h5>I love using PHP!</h5>”;
?>
Penting!!!
Hati-hati dalam penulisan suatu string yang di dalamnya terdapat tanda petik ganda (quotes) menggunakan echo. Dalam echo, tanda quotes merupakan penanda awal dan akhir teks/string yang akan ditulis dengan echo, sehingga Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini
•Jangan menggunakan tanda quotes di dalam teks yang akan ditulis
dengan echo
•Apabila Anda tetap ingin menuliskan tanda quotes dalam teks yang
akan ditulis dengan echo, maka berikan tanda slash “\” di depan quotes
tersebut.
•Selain itu, dapat pula Anda gunakan tanda petik tunggal (apostrophes)
untuk menggantikan tanda quotes pada teks.
Contoh:
<?php
echo “<font face=”verdana” size=”4″>I love using PHP!</font>”;
?>
<?php
echo “<font face=\”verdana\” size=\”4\”>I love using PHP!</font>”;
?>
<?php
echo “<font face=’verdana’ size=’4′>I love using PHP!</h5>”;
?>
Pada contoh kode pertama di atas akan terjadi error karena dalam teks yang ditulis dalam echo terdapat tanda quotes. Sedangkan untuk kode kedua dan ketiga tidak terdapat error dan akan dihasilkan output yang sama di browser.
Menampilkan Nilai Variabel dengan Echo
Nilai variabel dapat dengan mudah ditampilkan dengan menggunakan echo, baik nilai yang berupa bilangan maupun string. Berikut ini adalah contoh-contoh di antaranya:
Contoh:
<?php
$string_ku = “Hello.. Nama saya: “;
$bilangan_ku = 4;
$huruf_ku = “a”; echo $string_ku; echo $bilangan_ku; echo $huruf_ku;
?>
Catatan:
Untuk menampilkan nilai variabel dengan echo tanpa menggunakan tanda quotes. Berikut ini contoh menampilkan gabungan suatu nilai dari variabel yang berupa string.
Contoh:
<?php
$string_ku = “Hello. Nama saya: “;
$baris_baru = “<br>”;
echo $string_ku.”Ari”.$baris_baru;
echo “Hi, Nama saya Ari. Kamu siapa? “.$string_ku.$baris_baru;
echo “Hi, Nama saya Ari. Kamu siapa? “.$string_ku.”Amalia”;
?>
Untuk menggabungkan beberapa string menjadi satu digunakan operator
dot (.)
 
PHP SINTAKS
Apabila Anda membuat kode PHP dan berencana akan mendistribusikan ke pihak/orang lain, maka usahakan untuk menggunakan sintaks <?php … ?>. Hal ini dikarenakan untuk penggunaan kode yang menggunakan <? ?> terkadang tidak bisa dijalankan dalam server tertentu.
Menyimpan File PHP
Apabila Anda memiliki kode PHP yang disisipkan dalam HTML dalam suatu file dan menginginkan web server dapat menjalankannya, maka file tersebut harus disimpan dalam ekstensi .php. Apabila Anda menyimpannya dengan ekstensi .html atau .htm, maka kode PHP tersebut tidak akan diproses dan akan ditampilkan dalam web browser seperti apa adanya (berupa kode-kode).
Contoh:
<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World!”;
?>
</body>
</html>
Semicolon (;)
Apabila Anda perhatikan contoh sebelumnya, maka terdapat tanda titik
koma (semicolon) pada akhir perintah echo. Tanda semicolon merupakan
penanda akhir dari statement PHP dan harus ada.
 
PHP OPERATOR
Dalam bahasa pemrograman secara umum, operator digunakan untuk memanipulasi atau melakukan proses perhitungan pada suatu nilai. Sampai saat ini, Anda telah mengenal operator “.” (menggabungkan string) dan “=” (proses assignment). Selain dua operator itu masih banyak jenis operator yang lain dalam PHP yaitu:
• Operator aritmatik
• Operator perbandingan
• Gabungan operator aritmatik dan assignment
Operator Aritmatik
Berikut ini adalah tabel operator aritmatik, makna dan contohnya:
Operator Makna Contoh
+ Penjumlahan 2 + 4
- Pengurangan 6 – 2
* Perkalian 5 * 3
/ Pembagian 15 / 3
% Modulus 43 % 10
Contoh:
<?php
$penjumlahan = 2 + 4;
$pengurangan = 6 – 2;
$perkalian = 5 * 3;
$pembagian = 15 / 3;
$modulus = 5 % 2;
echo “Menampilkan penjumlahan: 2 + 4 = “.$penjumlahan.”<br>”; echo
“Menampilkan pengurangan: 6 – 2 = “.$pengurangan.”<br>”; echo
“Menampilkan perkalian: 5 * 3 = “.$perkalian.”<br>”;
echo “Menampilkan pembagian: 15 / 3 = “.$pembagian.”<br>”;
echo “Menampilkan modulus: 5 % 2 = ” . $modulus.”;
?>
Operator Perbandingan
Perbandingan digunakan untuk menguji hubungan antara nilai dan atau variabel. Operator ini digunakan dalam suatu statement bersyarat yang selalu menghasilkan nilai TRUE atau FALSE.
Misalkan:
$x = 4; $y = 5;
berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan operator perbandingan dan
hasilnya.
Operator Makna Contoh Hasil
== Sama dengan $x == $y FALSE
!= Tidak sama dengan $x != $y TRUE
< Lebih kecil dari $x < $y TRUE
> Lebih besar dari $x > $y FALSE
<= Lebih kecil atau sama dengan dari $x <= $y TRUE
>= Lebih besar atau sama dengan dari $x >= $y FALSE
Dan masih banyak contoh-contoh php lannya…
Selamat belajar….

Minggu, 25 Maret 2012

Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) adalah merupaka alat bantu yang dapat digunakan untuk menggambarkan aliran data informasi dan transformasi (proses) dari data, dimulai dari pemsukan data sampai menghasilkan keluaran (output) data.
Adapun simbol-simbol Data Flow Diagram:
  1. Kesatuan Luar (External Entity)
  2. Merupakan kesatuan luar (entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa sekelompok orang, divisi, organisasi, atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak atau segi empat.
    external-entity.JPG
    Gambar 1. External Entity
  3. Proses
  4. Adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses atau untuk mengubah input menjadi output. Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran.
    process.JPG
    Gambar 2. Process
  5. Data Flow (Aliran Data)
  6. Data mengalir melalui sistem, dimulai dengan sebagian input dan diubah atau diproses menjadi output. Arus data (Data Flow) diberi simbol dengan suatu garis panah.
    Data Flow
    Gambar 3. Data Flow
  7. Data Storage (Penyimpanan Data)
  8. Data disimpan untuk keperluan berikutnya. Simpanan data di DFD disimbolkan dengan sepasang garis horisontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya.
    Data Storage

Kamis, 24 November 2011

perkembangan software di indonesia


Dibandingkan dahulu, dewasa ini banyak produk Software Indonesia kini mulai fokus pada
satu permasalahan Perkembangan ini sangat baik dan mendukung industri Teknologi Informatika. Programmer Indonesia kini lebih kreatif dalam mengembangkan dan
menghasilkan Software unggulan dimana diantaranya terdapat beberapa anti virus
buatan lokal yang kini mulai banyak digunakan untuk mendukung kebutuhan
masyarakat pengguna Teknologi Informasi.
Kurangnya dukungan serta kepercayaan akan kemampuan software buatan lokal ikut melemahkan perkembangan industri Teknologi Informasi, padahal apabila semua orang di Indonesia menggunakan jasa Software House Indonesia, akan sangat mendukung sekali
untuk perkembangan produk Software buatan Indonesia dan produk-produk lainnya di bidang Teknologi Informasi.. Banyak Software House Indonesia yang akhirnya gulung tikar karena jarangnya proyek, cenderung orang lebih suka menggunakan produk-produk asing.
Kelemahan perkembangan Software buatan Indonesia dikarenakan tidak adanya keterbukaan antara programmer satu dengan programmer yang lain. Kebanyakan produknya dilindungi dan tidak bersifat open source. Padahal apabila dibuat open source pasti cenderung akan lebih cepat berkembang, dikarenakan yang mengembangkan menjadi lebih banyak orang,
seperti sifatnya open source (terbuka sumbernya) jadi orang lain dapat mengembangkanya.
Tidak usah khawatir tentang keterbukaan, karena orang kreatif tidak bakalan kehilangan ide, pasti akan muncul ide-ide lain, dan itu akan memunculkan inovasi baru. Dan janganlah memonopoli suatu produk tertentu, karena perkembangannya akan sulit. Biarkanlah ide kita dikembangkan oleh orang lain, dan orang lain mengembangkanya lagi, sehingga tercipta
suatu estafet yang menghasilkan produk yang menghasilkan produk yang lebih unggul, dan bermanfaat bagi orang banyak terutama untuk Indonesia tercinta.
Selain itu terdapat masalah utama dari software house Indonesia sehingga kurang mampu bersaing adalah:
  • · Keterbatasan pengetahuan dalam software development. Kurang pengetahuan
  • tentang standard methodology (kebanyakan menggunakan hajar bleh methodology), sehingga begitu sotware diukur dari seluruh proses Software Development Life Cycle (SDLC)nya, kita kedodoran dan kalah bersaing.
  • · Kurangnya ide dalam produk dan inovasi. Ini berhubungan juga dengan kurangnya sarana (pipa) penghubung dengan pihak yang membutuhkan software. Kebutuhan mungkin ada, tapi antara yang membutuhkan dan mengembangkan tidak bertemu. Perusahaan asing kebanyakan memiliki expert khusus untuk membaca kebutuhan pasar dan bergerak mencari pasar, serta membuat pipa koneksi bagi pihak yang membutuhkan dan pihak yang mengembangkan.
  • · Kurangnya keterlibatan pemerintah untuk melindungi pengembang software lokal. Diperlukan proteksi yang “cantik” dan tidak vulgar terhadap industri software lokal. Kita mungkin perlu mencontoh Jepang, bagaimana kemampuan mereka mendukung software lokal office (Ichitaro) sehingga secara defacto menguasai pasar aplikasi office di sana, juga sistem operasi (OS) lokal bernama TRON yang kemudian banyak digunakan untuk peralatan gadget (HP, PDA) produksi Jepang.
  • · Keterbatasan modal usaha. Ini berhubungan dengan perusahaan software rata-rata tidak bankable, banyak yang berumur muda, tidak memiliki aset nyata yang bisa digunakan sebagai agunan pinjaman ke bank. Akhirnya dalam project-project besar, software house kita banyak bertumbangan karena banyak project yang berbasis ke kualifikasi perusahaan.